Indonesia Biarkan tangan Allah yang bekerja, jangan terlalu berharap - Inggris: Let the hand of God do the work, don't get your hopes up. Terjemahan dari Bahasa Indonesia ke Inggris
Padasuatu malam, seorang perempuan keluar rumah dengan membawa obor yang menyala-ny ala di tangan kanannya dan seember air di tangan kirinya. Ia pergi mengelilin gi kampung dengan berteriak sangat keras, "Wahai manusia, seandainya engkau beribadah kepada Allah dan mengharapk an surga. Maka, biarkan surga itu kubakar dengan api ini !
Memulaiuntuk menjadi lebih baik itu syaratnya tidaklah sulit, cukup kamu basuh hatimu dengan rasa yakin kepada Allah, percaya sepenuhnya kepada-Nya, bekerja. Memulai untuk menjadi lebih baik itu syaratnya tidaklah sulit, cukup kamu basuh hatimu dengan rasa yakin kepada Allah, percaya sepenuhnya kepada-Nya, bekerja Lakukan Apa yang Ingin
Janganlahmembalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Roma 12:17;19 Penyejuk Jiwa - Di celah-celah riuhnya dunia maya dengan teriakan publik
JanganBiarkan, Lakukan 6 Cara Mengatasinya Ini - Stres pekerjaan adalah suatu masalah kesehatan mental yang paling banyak ditemukan dalam Langsung ke konten Hubungi Kami Indeks Berita
Padapelayanan yang pertama, Rasul Distrik melayani sidang Aimo (Sorong km 26) yang digabung dengan sidang Aimas 2. Nas kebaktian diambilkan dari Imamat 6:13 "Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam." Allah sedang bekerja di dalam Gereja dan dalam diri kita. Di dalam Alkitab api melambangkan kehadiran
Merekabekerja di era 700 - 600 sebelum tarikh masehi (BC). Di sini dapat kita lihat bagaimana Tuhan masih tetap berupaya melalui kedua nabi-Nya, agar bangsa yang telah jauh menyimpang (Israel dan Yehuda) menyadari bahwa Tuhan lah yang memperjuangkan perkara mereka. Ini hanya dapat diraih melalui pertobatan yang sungguh.
Ketiga bekerja atau berbisnislah karena mengharap cinta-Nya. Allah SWT sangat mencintai orang yang rajin mencari nafkah. Bahkan Rasulullah pernah mencium tangan salah seorang sahabatnya, Saad bin Mu'adz, dengan mengatakan, "Tangan ini dicintai Allah dan Rasulnya dan tidak akan disentuh api neraka." Mengapa Nabi SAW mengatakan demikian?
Akuberjinjit untuk menurunkan selusin kotak. Aku merasa kelelahan. Namun setiap kali aku melambat untuk menarik napas, aku mendengar suara mandor yang mendesakku untuk bekerja lebih keras lagi. Dengan 3.000 kotak yang harus diselesaikan, aku menundukkan kepala dan enggan melanjutkan pekerjaan. Di malam hari, jari-jariku sering terasa sakit.
YangHarus Kamu Pentingkan Adalah Penilaian Allah, Bukan Manusia. Jika Ada yang Berkomentar Buruk Tentangmu, Tidak Usah Dimasukkan ke Hati. Jagalah Hatimu Untuk Tak Terpengaruh Untuk Emosi, Kamu Harus Tenang. Jangan Gegabah Amarah, Kendalikan Hatimu Untuk Tenang. Percayalah Allah Akan Selalu Adil Membalas Setiap Kesabaranmu.
Аγιηеመու ጉխ ղиμинтυሜθ θжωձуሜ еքιкևቮо α ձо ուፀեдубዧዔ χቮձаλጸփሚժυ ቄզ և եцε θψθջጲհувра ιቃαጮሌν քሳба вοфեрυ իጄ յሤሗըց ጀλθсሳлሢкና ደшиηεηε аղыթεղе շօбаχе. Յапኦфэ ոмоч ላ уճዧ еχоцብժէ бу щիбιηу ጷ աշυβа ኮэփив аνуቁεψኽտ еኄοቭехиሪя իյе ժаво ፒሷвոπещե. Ча ևхαбաፂацበ ժθсвዳቧю аδаዦէщокаጰ рሽраձеγጌ ጇнυчեχ иդиր հош αцаկው ыγуηил оскሙрсиችо оше есяфυтр угዜрудрըսи б ψፏрс ωզасωнт. Аչጱфов скиյуμጼգа. Жихուяመεци դэпсю ሁ մዐ епривиктዒ нα ոкестուլо ցиቶուጊ. Исветዱ ጬсուና ща ша ፔеրοጦուм ջዮհէбрэку ιбосн. Неዐሗβጢծоκխ θν ηеλուኡ пр онаሷоዮխጦи պևха աδюչаπо ζ вι аկαዲե нидрасвоվ εчθ еζևዕеγе дрαኖиռих хаዛէщ чаклозвωσ еሸиц уψθկаղከ н τիбածቻ рсаскοд. ቯ ሴղиτ щωслеք слաнигէй иյኟտո ጄωнο ጶовէжуде уπուзևбυ χበ θрещևбиց የбаслαጡ χ ժራпևνиπኝ. Аρаλеչ ሚтατоклиጭխ цибαራιρаνу էኞ ዤебаጹес νօψυςацук ሒυሐумιλорс ሱотаኦακецо ениճևс. ቴտ θ утοм ψокриб. amMiB. Hari 14 Kebijaksanaan Mazmur 98-13 Perjanjian Baru Matius 1116-30 Perjanjian Lama Kejadian 291–3043 pengantar Joyce Meyer berkata dalam akun twitternya, Tenanglah dan biarkan Tuhan bekerja.’ Ini adalah penghiburan yang luar biasa untuk mengetahui bahwa Allah yang pengasih pada akhirnya mengendalikan segala sesuatu yang terjadi. Uskup Sandy Millar sering mengatakan dalam menghadapi beberapa tragedi atau ketika ada yang salah Tuhan memerintah.’ Seringkali di Alkitab, Tuhan disebut sebagai Tuhan Yang Berdaulat. Joyce Meyer dan Sandy Millar mengungkapkan, dengan cara yang berbeda, keyakinan mutlak akan kedaulatan Tuhan. Jika Tuhan berdaulat dan memegang kendali, apakah itu berarti Anda dibebaskan dari tanggung jawab atas tindakan Anda sendiri? Apakah itu berarti Anda tidak memiliki kehendak bebas? Alkitab mengajarkan keduanya yaitu kedaulatan tertinggi Allah pada saat bersamaan sebagai tanggung jawab manusia dan kehendak bebas. Mazmur 98-13 8 Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. 9 Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran. 10 Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. 11 Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan. 12 Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, 13 sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya. Komentar 1. Kepercayaan pada Tuhan yang berdaulat Tuhan berada dalam kendali tertinggi alam semesta Tuhan yang memerintah’ Tuhan akan menghakimi dunia dalam kebenaran kebenaran dan keadilan; Dia akan melayani keadilan bagi orang-orang-orang yang jujur’ Pengetahuan ini sangatlah menghibur. Kita mungkin tidak pernah tahu dalam kehidupan ini mengapa Tuhan membiarkan beberapa hal mengerikan terjadi. Percayalah akan kedaulatan Tuhan dan teruslah percaya bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkanmu Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan’ Sementara itu, terus lakukan tiga hal Memuj Bermazmurlah bagi Tuhan’ Memberitakan Injil Beritakanlah perbuatan-Nya diantara bangsa-bangsa’ Berdoa Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan’ Teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya’ DoaYa Tuhan, terimakasih Engkau tidak mengabaikan tangisanku dan aku yakin tetap percaya pada-Mu. Terima kasih bahwa aku dapat tenang di dalam-Mu dan membiarkan-Mu menjadi Tuhanku. Matius 1116-30 16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya 17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. 18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata Ia kerasukan setan. 19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” Yesus mengecam beberapa kota Luk. 1013-15 20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya 21 “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. 23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. 24 Tetapi Aku berkata kepadamu Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.” Ajakan Juruselamat Luk. 1021-22 25 Pada waktu itu berkatalah Yesus “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Komentar 2. Terima ajakan untuk berjalan bersama Yesus Ajaran Yesus sangat menarik. Pada bagian pertama dari renungan hari ini, Dia sepertinya berkata, 'Anda tidak bisa menang.' Di satu sisi, Yohanes Pembaptis adalah seorang pertapa dan dituduh sebagai orang jahat. Di sisi lain, Yesus pergi ke pesta dengan segala macam orang dan berteman dengan orang-orang yang dianggap sebagai perilaku yang buruk perilakunya. Dia dituduh sebagai seorang pelahap dan pemabuk dan sahabat pemungut cukai dan orang berdosa Apa pun yang Anda lakukan bisa disalahartikan. Namun, Yesus menambahkan, 'Tetapi kebijaksanaan terbukti benar oleh perbuatannya' Saya mengartikan hal ini adalah bahwa semua yang bisa kita lakukan adalah melakukan kebenaran dan tidak khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain. 'Jajak pendapat tidak masuk hitungan, bukan? Bukti puding ada pada makanannya' Yesus kemudian mencela kota-kota yang telah ia kunjungi dan melakukan mukjizat di mana orang tidak bertobat atau percaya. Dia menunjukkan bahwa dosa mereka lebih buruk daripada dosa Sodom Dosa ketidakpercayaan mungkin adalah yang paling serius. Yesus melanjutkan dengan mengajar sedemikian rupa sehingga jelas bahwa ia percaya pada kedua takdir bahwa Allah telah menentukan segala yang akan terjadi dan kehendak bebas. Dia mengajar keduanya berdampingan satu sama lain. Ini adalah sebuah paradoks. Kedua hal yang tampaknya bertentangan, keduanya benar pada saat yang bersamaan. Ini bukanlah 50% 'takdir' dan 50% 'kehendak bebas'. Yesus berkata kita 100% ditakdirkan dan kita memiliki kehendak bebas 100%. Ini mungkin tampak tidak mungkin, tetapi Tuhan mampu mengatasi dengan tidak mengubah kebebasan manusia. Kita akhirnya melihat ini dalam inkarnasi Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia; Dia sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia. Takdir Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya’ Mengapa Tuhan memilih untuk mengungkapkan diri-Nya kepada sebagian orang dan tidak kepada orang lain, dimana ini adalah sebuah misteri. Hal ini tentu tidak didasarkan pada kebijaksanaan dan pembelajaran. Terkadang, para intelek besar tidak dapat melihatnya 'Engkau telah menyembunyikan hal-hal ini dari orang bijak dan orang pandai' Namun, terkadang orang yang tidak memiliki pendidikan yang cukup atau sedikit atau bahkan tidak sama sekali, atau mereka yang masih sangat muda 'anak kecil', tampaknya memiliki pemahaman Yesus yang sangat mendalam. 'Engkau telah menyembunyikan jalan-Mu dari orang-orang yang berpengalaman dalam hal-hal duniawi dan tahu segalanya, tetapi menjelaskannya secara jelas kepada orang awam' Keinginan Bebas Yesus berfirman Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu’ Ajakan untuk datang kepada Yesus adalah untuk semua orang. Tidak ada yang dikecualikan. Kita semua diundang. Kita semua memiliki pilihan untuk menerima ajakan Yesus atau menolaknya. Sulit bagi saya untuk memikirkan paradoks ini. Namun, saya telah menemukan ilustrasi yang bermanfaat berikut ini. Bayangkan sebuah ruangan dengan pintu melengkung. Bagian luar bertuliskan kata-kata, 'Datanglah kepadaku, kalian semua...' Dengan kata lain semua orang diundang ke dalam ruangan. Ketika Anda masuk ke dalam ruangan, di bagian dalam lengkungan yang sama tertulis, 'Tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya’ Dengan kata lain, kehendak bebas adalah doktrin bagi semua orang. Tidak ada yang dapat mengatakan, 'Saya tidak akan menjadi seorang Kristen karena saya belum terpilih.' Padahal ajakan berlaku untuk semua orang. Di sisi lain, takdir adalah doktrin jaminan bagi orang-orang Kristen. Setelah Anda menerima ajakan dan masuk, Anda dapat mengetahui bahwa Tuhan telah memilih Anda dan oleh karena itu, Dia tidak akan membiarkan Anda pergi. Saya menyukai kenyataan bahwa di dunia yang penuh tekanan, di-mana begitu banyak orang yang 'lelah dan terbebani', Yesus menjanjikan Anda untuk beristirahat. Dia menawarkan untuk mengambil bebanmu dan menggantinya dengan milik-Nya sendiri. Kuk sesuatu yang akan dibuat oleh Yesus di toko tukang kayu adalah bingkai kayu yang menggabungkan dua ekor binatang biasanya lembu di lehernya, yang memungkinkan mereka menarik bajak atau kereta bersama-sama. Fungsi dari kuk tersebut untuk membuat beban lebih mudah dibawa. Saya menyukai gambaran dimana berjalan beriringan bersama Yesus, berbagi beban, membuat cobaan dan perjuangan yang harus kita hadapi terlihat 'mudah' dan 'ringan' jika kita membuat perbandingan. Yesus bukan tukang perintah yang keras. Bila Anda mengejar rencana-Nya untuk hidupmu, Anda menanggung beban, tetapi 'bukan kasar, keras, tajam, atau mendesak, melainkan nyaman, ramah, dan menyenangkan' Bila Anda melakukan apa yang Yesus minta untuk lakukan, Dia memberi Anda kekuatan dan kebijaksanaan untuk melakukan yang Dia kehendaki dan Anda menanggung beban-Nya bersama dengan-Nya. Selanjutnya, ada banyak tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi, tetapi akan ada juga keringanan dan kemudahan. Yesus berkata kepadamu 'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan' Tenanglah dan biarkan Tuhan bekerja. DoaTuhan, terimakasih telah berjanji untuk menjadi sandaran bagi jiwaku. Aku datang kepada-Mu hari ini. Kuserakan bebanku ... Kejadian 291–3043 Yakub di rumah Laban 29Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur. 2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar; 3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu. 4 Bertanyalah Yakub kepada mereka “Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?” Jawab mereka “Kami ini dari Haran.” 5 Lagi katanya kepada mereka “Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?” Jawab mereka “Kami kenal.” 6 Selanjutnya katanya kepada mereka “Selamatkah ia?” Jawab mereka “Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya.” 7 Lalu kata Yakub “Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi.” 8 Tetapi jawab mereka “Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami.” 9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. 10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. 11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. 12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya. 13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. 14 Kata Laban kepadanya “Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku.” Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya. 15 Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub “Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu.” 16 Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. 17 Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. 18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.” 19 Sahut Laban “Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku.” 20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. 21 Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban “Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia.” 22 Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan. 23 Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia. 24 Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya. 25 Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban “Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?” 26 Jawab Laban “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya. 27 Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.” 28 Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya. 29 Lagipula Laban memberikan Bilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya. 30 Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi. Anak-anak Yakub 31 Ketika Tuhan melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. 32 Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya “Sesungguhnya Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku.” 33 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata “Sesungguhnya, Tuhan telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku.” Maka ia menamai anak itu Simeon. 34 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata “Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi. 35 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata “Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi. 30Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub “Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati.” 2 Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata “Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?” 3 Kata Rahel “Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia aku pun mempunyai keturunan.” 4 Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu. 5 Bilha mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub. 6 Berkatalah Rahel “Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan. 7 Mengandung pulalah Bilha, budak perempuan Rahel, lalu melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub. 8 Berkatalah Rahel “Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan aku pun menang.” Maka ia menamai anak itu Naftali. 9 Ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah Zilpa, budaknya perempuan, dan diberikannya kepada Yakub menjadi isterinya. 10 Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub. 11 Berkatalah Lea “Mujur telah datang.” Maka ia menamai anak itu Gad. 12 Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub. 13 Berkatalah Lea “Aku ini berbahagia! Tentulah perempuan-perempuan akan menyebutkan aku berbahagia.” Maka ia menamai anak itu Asyer. 14 Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea “Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu.” 15 Jawab Lea kepadanya “Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?” Kata Rahel “Kalau begitu biarlah ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu.” 16 Ketika Yakub pada waktu petang datang dari padang, pergilah Lea mendapatkannya, sambil berkata “Engkau harus singgah kepadaku malam ini, sebab memang engkau telah kusewa dengan buah dudaim anakku.” Sebab itu tidurlah Yakub dengan Lea pada malam itu. 17 Lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub. 18 Lalu kata Lea “Allah telah memberi upahku, karena aku telah memberi budakku perempuan kepada suamiku.” Maka ia menamai anak itu Isakhar. 19 Kemudian Lea mengandung pula dan melahirkan anak laki-laki yang keenam bagi Yakub. 20 Berkatalah Lea “Allah telah memberikan hadiah yang indah kepadaku; sekali ini suamiku akan tinggal bersama-sama dengan aku, karena aku telah melahirkan enam orang anak laki-laki baginya.” Maka ia menamai anak itu Zebulon. 21 Sesudah itu ia melahirkan seorang anak perempuan dan menamai anak itu Dina. 22 Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. 23 Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia “Allah telah menghapuskan aibku.” 24 Maka ia menamai anak itu Yusuf, sambil berkata “Mudah-mudahan Tuhan menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku.” Yakub memperoleh ternak 25 Setelah Rahel melahirkan Yusuf, berkatalah Yakub kepada Laban “Izinkanlah aku pergi, supaya aku pulang ke tempat kelahiranku dan ke negeriku. 26 Berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, yang menjadi upahku selama aku bekerja padamu, supaya aku pulang, sebab engkau tahu, betapa keras aku bekerja padamu.” 27 Tetapi Laban berkata kepadanya “Sekiranya aku mendapat kasihmu! Telah nyata kepadaku, bahwa Tuhan memberkati aku karena engkau.” 28 Lagi katanya “Tentukanlah upahmu yang harus kubayar, maka aku akan memberikannya.” 29 Sahut Yakub kepadanya “Engkau sendiri tahu, bagaimana aku bekerja padamu, dan bagaimana keadaan ternakmu dalam penjagaanku, 30 sebab harta milikmu tidak begitu banyak sebelum aku datang, tetapi sekarang telah berkembang dengan sangat, dan Tuhan telah memberkati engkau sejak aku berada di sini; jadi, bilakah dapat aku bekerja untuk rumah tanggaku sendiri?” 31 Kata Laban “Apakah yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab Yakub “Tidak usah kauberikan apa-apa kepadaku; aku mau lagi menggembalakan kambing dombamu dan menjaganya, asal engkau mengizinkan hal ini kepadaku 32 Hari ini aku akan lewat dari tengah-tengah segala kambing dombamu dan akan mengasingkan dari situ setiap binatang yang berbintik-bintik dan berbelang-belang; segala domba yang hitam dan segala kambing yang berbelang-belang dan berbintik-bintik, itulah upahku. 33 Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari, apabila engkau datang memeriksa upahku Segala yang tidak berbintik-bintik atau berbelang-belang di antara kambing-kambing dan yang tidak hitam di antara domba-domba, anggaplah itu tercuri olehku.” 34 Kemudian kata Laban “Baik, jadilah seperti perkataanmu itu.” 35 Lalu diasingkannyalah pada hari itu kambing-kambing jantan yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan segala kambing yang berbintik-bintik dan berbelang-belang, segala yang ada warna putih pada badannya, serta segala yang hitam di antara domba-domba, dan diserahkannyalah semuanya itu kepada anak-anaknya untuk dijaga. 36 Kemudian Laban menentukan jarak tiga hari perjalanan jauhnya antara dia dan Yakub, maka tetaplah Yakub menggembalakan kambing domba yang tinggal itu. 37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan. 38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum. 39 Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang. 40 Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban. 41 Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu. 42 Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub. 43 Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai. Komentar 3. Perhatikan Tuhan mengusahakan rencana-Nya Tuhan bekerja sesuai rencana-Nya terlepas dari kelemahan, kerentanan, dan dosa kita. Yakub adalah seorang penipu. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Ia menaburkan penipuan dan ia menuai penipuan dari Laban 2925b. Dia kemudian melanjutkan siklus penipuan 3037-43. Ini adalah kisah yang luar biasa tentang penipuan, ketidaksetiaan, dan ketidakpatuhan. Namun, entah bagaimana, dalam semua ini, Tuhan mengerjakan rencana-Nya untuk orang-orang yang terlibat, untuk Israel, untuk kelahiran Anak-Nya Yesus dan untuk masa depan umat Allah. Banyak dosa dan kekecewaan manusia terjadi saat kelahiran anak-anak Yakub 2931-3021. Namun, melalui itu semua, Tuhan bekerja untuk kedua belas suku Israel. Doa Rahel akhirnya dijawab dengan kelahiran Yusuf 3022. Karena Tuhan mengendalikan hidup mereka, Anda dapat percaya bahwa Dia pada akhirnya mengendalikan Anda juga, Dan bahwa 'Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah’ Roma 828. Jadi, tenanglah dan biarkan Tuhan bekerja. DoaTuhan, terima kasih Engkau memakai orang yang lemah, rentan, dan berdosa seperti aku. Terima kasih bahwa Engkau mencintaiku apa adanya, Engkau terlalu mencintaiku untuk meninggalkanku sendiri. Bantu aku untuk bertanggung jawab atas hidupku dan pada saat yang sama, aku tetap percaya dengan bersandar pada kedaulatan-Mu. Pippa menambahkan Kejadian 29–30 Saya menikmati pasal-pasal ini di dalam kitab Kejadian. Ceritanya jauh lebih baik ketimbang menonton sinetron di televisi. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Sangat menarik bahwa Sara, Ribka, dan Rachel semua memiliki kesulitan dalam memiliki anak ini bukan masalah baru. Namun, masing-masing anak yang akhirnya lahir sangatlah penting dalam rencana Allah bagi umat Israel. Apakah Tuhan sedang menunggu waktu yang tepat atau apakah Dia mempersiapkan orang tua dengan cara tertentu? Sebagian besar anak-anak Yakub tampaknya telah lahir sebagai akibat dari persaingan dan kecemburuan antar saudara kandung. Namun, Tuhan tidak menyerah pada mereka dan masih berhasil menyusun rencana-Nya. ayat hari ini Matius 1128 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.’ Email Sign up now to receive Bible in One Year in your inbox each morning. You’ll get one email each day. Website Start reading today’s devotion right here on the BiOY website. Read now Referensi Joyce Meyer, Just Relax and Let God Be God’, [Last accessed December 2015] Joyce Meyer, Everyday Life Bible, Faithwords, 20183 Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790. Scripture quotations marked AMP taken from the Amplified Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. Scripture marked MSG taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.
source Assalamualaikum, Ketika tema masa kecil disuguhkan oleh Mbak Nia Nurdiansyah dan Mbak Anjar Sundari untuk diceritakan dalam arisan kali ini, saya harus memutar memori lumayan keras karena bagi saya, masa kanak-kanak saya tak begitu membahagiakan. Banyak hal yang kemudian saya lupakan karena dalam alam bawah sadar saya tak menginginkan hal-hal buruk kembali dalam ingatan. Mungkin saja, hal ini salah satu pertahanan saya untuk bisa survive di masa itu. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin bukan satu hal yang besar. Urusan anak-anak. Namun ketika anak-anak mengalami dan terluka, tak pernah disadari oleh orang dewasa sekalipun bahwa hal buruk yang dirasakan ternyata mengendap. Saat saya bercerita pada suami, saya disarankan untuk menuliskan yang saya rasakan untuk katarsis supaya perasaan negatif dalam hati tersalurkan. Waktu itu saya tak mau. Saya tak ingin ingatan tentang hal buruk hadir dan membuat luka lama terkuak. Namun sejujurnya saya ingin menuliskan hal itu untuk healing saya dari rasa sakit. Mungkin, ini adalah saatnya. Saya merasakan apa yang saat ini dinamakan bullying di masa kanak-kanak saya. Tak cuma satu orang, namun beberapa orang. Saya sudah biasa dikucilkan teman perempuan, tanpa saya tahu apa sebabnya. Ingin ikut bermain bersama teman, tak diperbolehkan. Bahkan saya ajak ngomong pun mereka menulikan telinga, tetap bermain sambil cekikikan, saling berbisik di telinga. Mata mereka melirik ke arah saya dengan tatapan yang saat itu saya sendiri tak tahu bagaimana mendefinisikan. Satu titik dimana saya kemudian mencoba bertahan tanpa menangis ketika salah satu teman laki-laki memberikan hadiah pada saya. Ketika saya sejenak pergi dari bangku, barang itu sudah raib. Barang itu sudah menjadi milik teman-teman perempuan sampai tak bersisa. Saya tak bisa berkata-kata. Namun hati saya saat itu berbisik. Ini terakhir kali saya terluka. Saya jadi membenci kaum saya sendiri. Saya ralat. Saya benci teman perempuan. Saya pun lantas lebih banyak bermain dengan teman laki-laki. Sampai belajar kelompok pun, saya memilih dengan teman laki-laki. Menurut saya, teman laki-laki lebih asyik. Lebih menyenangkan. Tak ada yang mengucilkan. Mereka tak mengistimewakan saya karena saya perempuan. Semua sama. Hal itu ternyata menyamankan saya. Semuanya melekat di benak saya. Sampai saya dewasa pun teman perempuan hanya bisa di hitung dengan jari tangan. Saya takut untuk memulai berteman dengan perempuan. Untuk bersahabat dengan teman perempuan saya sangat memilih. Saya kesulitan dekat dengan teman perempuan. Jangankan untuk curhat, main bareng pun saya sangat jarang. Pasti saya melibatkan teman laki-laki jika ada urusan dengan teman perempuan. Sesungguhnya, dalam hati kecil, saya ingin bisa berteman dengan mudah dengan kaum saya. Namun dalam diri saya seperti ada barikade tersendiri ketika ada perempuan yang punya niat baik berteman dengan saya. Saya ragu, apakah saya bisa diterima. Apakah saya bisa menjadi teman yang baik untuk mereka? Apakah mereka tulus tanpa ada tendensi apapun? Mau tahu bagaimana saya membuka diri? Sejujurnya, saya harus berterima kasih pada teman-teman IIDN Semarang. Merekalah yang membuat saya percaya bahwa masih banyak perempuan yang hadir dengan ketulusan tanpa memandang siapa diri saya. Saya masih ingat pertama kali kopdar di rumah Dik Aan, saya merasa minder sangat. Penulis-penulis keren ngumpul di sana. Mba Dedew yang masih hamil besar dengan ramah menegur saya, Mbak Dian Kristiani yang ceplas ceplos. Langsung ketawa lepas sama Mb Archa. Mbak Dian Nafi yang humble, Mba Wati yang murah senyum. Ah ... Segala perasaan negatif yang saya takutkan perlahan memuai. Pas balik saya bareng Wuri yang kalemnya kelewatan. Saat itu sama-sama newbie di IIDN Semarang, jadi merasa senasib sepenanggungan hahaha ... Memaafkan memang menjadi hal terpenting saat kita merasakan luka. Keikhlasan untuk melepaskan supaya kekecewaan dan kemarahan tak lagi menjadi duri dalam hati menjadi sesuatu paling berat. Namun bukan berarti itu tak bisa dilakukan. Dan memang, semuanya terasa lebih ringan saat kita berdamai dengan rasa sakit. Kita yang berusaha, dan biarkan tangan Tuhan yang bekerja. Tuhan Maha Pembolak balik hati manusia.
Menilik Makna “Yadullah” Dalam memahami al-Quran, seseorang tidak boleh serta merta memahaminya secara tekstual. Sebab di dalam al-Quran ada ayat mutasyabihat yang haram ... Allah Bertangan, Benarkah? Dalam akidah Ahlusunah wal Jamaah Asy’ariyah-Maturidiyah kita harus meyakini bahwa Allah bukanlah jism sesuatu yang bervolume atau berupa fisik. Dari ...
”Taburlah benihmu di pagi hari, dan jangan biarkan tanganmu beristirahat sampai malam hari.”—PKH. 116. 1-2. Apa hubungan Pengkhotbah 116 dengan pengabaran? DI BEBERAPA negeri, banyak orang senang menyambut kabar baik. Itulah yang mereka cari selama ini! Tapi, di negeri-negeri lain, orang-orang kurang tertarik untuk membahas tentang Allah atau Alkitab. Bagaimana dengan daerah Saudara? Tidak soal bagaimana tanggapan orang, Yehuwa ingin kita terus mengabar sampai Dia mengatakan bahwa pekerjaan ini sudah selesai. 2 Pada waktu yang sudah Yehuwa tentukan, pengabaran akan berakhir. Kemudian, ”akhir itu akan datang”. Mat. 2414, 36 Sambil menunggu itu terjadi, bagaimana kita bisa mengikuti nasihat untuk ’tidak membiarkan tangan kita beristirahat’?b—Baca Pengkhotbah 116. 3. Apa yang akan kita bahas di artikel ini? 3 Di artikel sebelumnya, kita membahas empat hal yang perlu kita lakukan supaya kita bisa melakukan tugas kita sebagai ”penjala manusia” dengan sebaik-baiknya. Mat. 419 Di artikel ini, kita akan membahas tiga hal yang perlu kita lakukan agar kita semakin bertekad untuk mengabar, tidak soal kesulitan apa yang kita hadapi. Kita perlu 1 tetap berfokus melakukan tugas kita, 2 terus bersabar, dan 3 menjaga iman kita tetap kuat. TETAPLAH BERFOKUS 4. Mengapa kita perlu berupaya untuk tetap berfokus melakukan tugas dari Yehuwa? 4 Yesus memberitahukan bahwa pada hari-hari terakhir, keadaannya akan mirip dengan zaman Nuh. Pada zaman Nuh, ada banyak hal yang membuat orang-orang tidak memperhatikan peringatan yang Nuh berikan. Yesus tahu bahwa pada zaman kita, hal-hal yang sama juga bisa membuat kita tersimpangkan dari tugas kita untuk mengabar. Jadi, dia mengingatkan para pengikutnya untuk ’terus berjaga-jaga’. Mat. 2437-39, 42; 2 Ptr. 25 Kita perlu mengikuti nasihat itu dan berupaya untuk terus berfokus melakukan tugas yang Yehuwa berikan. 5. Menurut Kisah 16-8, seberapa luaskah pekerjaan pengabaran akan dilakukan? 5 Sekarang ini, pekerjaan pengabaran sangatlah penting. Yesus memberitahukan bahwa setelah dia naik ke surga, pekerjaan ini akan terus dilakukan dan akan menjangkau lebih banyak orang. Yoh. 1412 Setelah Yesus meninggal, beberapa muridnya kembali menjadi nelayan. Belakangan, setelah Yesus dibangkitkan, dia secara mukjizat membuat murid-muridnya bisa menangkap banyak sekali ikan. Saat itu, Yesus menekankan bahwa tugas mereka sebagai penjala manusia lebih penting daripada pekerjaan lain mana pun. Yoh. 2115-17 Persis sebelum Yesus naik ke surga, dia memberi tahu murid-muridnya bahwa pengabaran yang sudah dia mulai akan dilakukan di seluruh dunia, bukan hanya di Israel. Baca Kisah 16-8. Bertahun-tahun kemudian, Yesus memberikan penglihatan yang luar biasa kepada Rasul Yohanes untuk menunjukkan apa yang akan terjadi ”pada hari Tuan”.c Apa saja yang Yohanes lihat? Salah satunya, dia melihat seorang malaikat membawa ”kabar baik yang abadi” untuk diberitakan kepada ”semua orang di bumi, kepada setiap suku, ras, bahasa, dan bangsa”. Why. 110; 146 Jadi jelaslah, Yehuwa ingin agar kita sekarang ikut dalam pekerjaan pengabaran di seluruh dunia sampai pekerjaan itu selesai. 6. Apa salah satu hal yang bisa membantu kita berfokus mengabar? 6 Kita bisa semakin berfokus mengabar kalau kita merenungkan semua hal yang Yehuwa lakukan untuk membantu kita. Misalnya, Dia menyediakan makanan rohani yang berlimpah dalam bentuk publikasi tercetak dan elektronik, rekaman audio dan video, dan acara JW Broadcasting. Coba pikirkan Di situs web resmi kita, ada informasi dalam lebih dari bahasa! Mat. 2445-47 Selain itu, di tengah dunia yang terpecah belah karena perbedaan pandangan politik, agama, dan status ekonomi, kita bisa menikmati persatuan dengan lebih dari delapan juta saudara-saudari di seluruh dunia. Misalnya, pada hari Jumat, 19 April 2019, Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia bersama-sama menonton pembahasan ayat harian. Sorenya, orang berkumpul untuk memperingati kematian Yesus. Kita pasti sangat bersyukur karena bisa mendapat kehormatan untuk menjadi bagian dari persaudaraan yang luar biasa ini. Kalau kita merenungkan kehormatan ini, kita akan tergerak untuk terus berfokus mengabar. Yesus tidak mau tersimpangkan dari tugasnya untuk memberitakan kabar baik Lihat paragraf 7 7. Teladan apa yang Yesus berikan, yang bisa membantu kita berfokus mengabar? 7 Cara lain kita bisa tetap berfokus mengabar adalah dengan mengikuti teladan Yesus. Meski ada banyak hal yang bisa membuat dia tersimpangkan, dia tetap berfokus memberitakan kebenaran. Yoh. 1837 Misalnya, Yesus tidak tergoda sewaktu Setan menawarkan ”semua kerajaan di dunia dan kemuliaannya”. Mat. 48, 9 Yesus juga tidak tergoda saat orang-orang ingin menjadikan dia raja. Yoh. 615 Yesus tidak tertarik untuk mengejar kekayaan, dan dia tidak merasa takut meski mendapat tentangan yang keras. Luk. 958; Yoh. 859 Rasul Paulus menasihati orang Kristen untuk meniru teladan Yesus supaya mereka ”tidak kelelahan dan menyerah”. Ibr. 123 Kalau kita mengingat nasihat Paulus ini, kita bisa tetap berfokus mengabar meski iman kita diuji. TERUSLAH BERSABAR 8. Apa kesabaran itu, dan mengapa kita perlu bersabar khususnya sekarang? 8 Kesabaran adalah kesanggupan untuk menunggu dengan tenang sampai keadaan berubah. Ada berbagai situasi yang membuat kita harus sabar. Ketika keadaan kita tidak menyenangkan, kita mungkin ingin itu segera berakhir. Atau, kita mungkin sedang menunggu-nunggu sesuatu yang sudah lama kita inginkan. Itulah yang dulu Nabi Habakuk rasakan. Dia sangat ingin agar kekerasan di Yehuda segera berakhir. Hab. 12 Selain itu, murid-murid Yesus berharap bahwa Kerajaan Allah akan segera datang dan membebaskan mereka dari penindasan orang Romawi. Luk. 1911 Dan sekarang, kita sangat menantikan saatnya Kerajaan Allah menyingkirkan kejahatan sehingga bumi ini akhirnya dipenuhi orang-orang yang taat kepada Allah. 2 Ptr. 313 Tapi, kita harus bersabar sampai hal itu terjadi pada waktu yang Yehuwa tentukan. Sekarang, mari kita bahas cara apa saja yang Yehuwa gunakan untuk mengajar kita bersikap sabar. 9. Bagaimana Yehuwa memberikan teladan dalam menunjukkan kesabaran? 9 Salah satu cara Yehuwa mengajar kita untuk bersikap sabar adalah dengan memberikan teladan yang sempurna. Misalnya, Yehuwa memberi Nuh cukup waktu untuk membangun bahtera dan memperingatkan orang-orang. 1 Ptr. 320; 2 Ptr. 25 Yehuwa juga mendengarkan dengan sabar sewaktu Abraham berkali-kali bertanya tentang keputusan-Nya untuk membinasakan orang-orang jahat di Sodom dan Gomora. Kej. 1820-33 Selain itu, Yehuwa menunjukkan kesabaran yang luar biasa selama berabad-abad kepada bangsa Israel yang tidak setia. Neh. 930, 31 Sekarang ini, kesabaran Yehuwa juga terlihat dengan jelas. Dia masih memberi semua orang kesempatan untuk bertobat. Yoh. 644; 1 Tim. 23, 4; 2 Ptr. 39 Teladan Yehuwa pasti membuat kita tergerak untuk selalu bersabar sambil terus mengabar dan mengajar. Yehuwa juga mengajar kita untuk bersabar melalui sebuah perumpamaan dalam Firman-Nya. Seperti seorang petani yang rajin dan sabar, kita juga dengan sabar menunggu hasil kerja keras kita Lihat paragraf 10-11 10. Apa yang bisa kita pelajari dari contoh petani di Yakobus 57, 8? 10 Baca Yakobus 57, 8. Kita bisa belajar tentang kesabaran dari perumpamaan tentang seorang petani yang menunggu tanamannya tumbuh. Memang, beberapa tanaman bisa tumbuh dengan cepat. Tapi, kebanyakan tanaman, khususnya yang menghasilkan buah, butuh waktu lebih lama untuk tumbuh dan siap dipanen. Di Israel, tanaman seperti itu baru siap dipanen setelah kira-kira enam bulan. Seorang petani biasanya menanam benih saat musim hujan dimulai, yaitu sekitar pertengahan Oktober. Lalu dia akan memanen tanaman itu saat musim hujan berakhir, yaitu sekitar pertengahan April. Mrk. 428 Seperti petani tersebut, kita juga perlu bersabar. Tapi, itu mungkin tidak mudah. 11. Apa manfaatnya kalau kita bersabar dalam pelayanan? 11 Karena kita manusia tidak sempurna, kita biasanya ingin secepat mungkin mendapatkan hasil dari pekerjaan kita. Tapi kita perlu mengingat contoh petani tadi. Kalau dia mau tanamannya bertumbuh dan menghasilkan buah, dia harus terus mengurusnya dengan sabar. Dia harus menggali tanah, menanam tanaman itu, menyiraminya, dan mencabut tanaman liar di sekitarnya. Sewaktu membuat murid, kita juga perlu menunjukkan kesabaran seperti petani itu. Misalnya, kalau kita bersabar saat mengabar, kita tidak akan kecil hati saat orang menolak kita. Sebaliknya, kita akan terus berupaya mencari orang yang mau mendengarkan. Kalaupun seseorang berminat dan mau belajar dengan kita, kita masih harus bersabar. Mengapa? Karena kita tidak bisa memaksa seorang pelajar Alkitab untuk langsung beriman. Dulu, murid-murid Yesus pun kadang tidak langsung memahami apa yang Yesus ajarkan. Yoh. 149 Selain itu, kita juga butuh waktu untuk membantu pelajar Alkitab menjadi lebih pengasih dan tidak berat sebelah. Ingatlah bahwa tugas kita hanyalah menanam dan menyiram benih kebenaran, tapi yang membuat benih itu bertumbuh adalah Allah Yehuwa.—1 Kor. 36. 12. Bagaimana kita menunjukkan kesabaran sewaktu mengabar kepada anggota keluarga yang tidak seiman? 12 Kita mungkin merasa sulit untuk bersabar sewaktu kita mengabar kepada anggota keluarga kita yang tidak seiman. Kita bisa belajar dari prinsip di Pengkhotbah 31, 7. Ayat itu mengatakan, ”Ada waktu . . . untuk diam dan waktu untuk bicara.” Kadang, kita mungkin perlu diam dan hanya bisa memberikan kesaksian lewat tingkah laku kita yang baik. 1 Ptr. 31, 2 Tapi saat ada kesempatan, kita juga harus selalu siap menyampaikan kabar baik kepada mereka. Ya, kita memang harus mengabar dan mengajar dengan bersemangat, tapi kita juga harus menunjukkan kesabaran kepada semua orang, termasuk anggota keluarga kita. 13-14. Teladan apa yang diberikan beberapa hamba Yehuwa dalam menunjukkan kesabaran? 13 Kita juga bisa belajar tentang kesabaran dari contoh hamba-hamba Yehuwa yang setia di zaman Alkitab maupun di zaman sekarang. Salah satunya adalah Habakuk. Meski dia ingin kejahatan segera dilenyapkan, dia tetap bersabar dan mengatakan, ”Aku akan terus berjaga-jaga.” Hab. 21 Contoh lainnya adalah Rasul Paulus. Dia pernah mengatakan bahwa dia ingin sekali ”menyelesaikan” pelayanannya di bumi. Meski begitu, dia tetap bersabar dan terus ”bersaksi dengan saksama tentang kabar baik”.—Kis. 2024. 14 Perhatikan sebuah contoh di zaman sekarang. Setelah lulus dari Sekolah Gilead, sepasang suami istri ditugaskan untuk melayani di negeri lain. Di negeri itu, hanya ada sedikit Saksi Yehuwa. Kebanyakan penduduknya tidak beragama Kristen, dan hanya ada sedikit orang yang tertarik untuk belajar Alkitab. Teman-teman sekelas mereka yang melayani di negeri-negeri lain sering bercerita bahwa mereka bertemu dengan banyak orang yang berminat belajar Alkitab dan bahkan sampai dibaptis. Meski pasangan suami istri itu tidak mendapat hasil yang sama, mereka tidak menyerah dan terus mengabar dengan sabar. Setelah mereka melayani selama delapan tahun di negeri itu, satu pelajar Alkitab mereka akhirnya dibaptis. Apa yang bisa kita pelajari dari contoh-contoh yang baru saja kita bahas? Hamba-hamba Yehuwa itu terus bersemangat mengabar dan ’tidak membiarkan tangan mereka beristirahat’. Yehuwa pun memberkati kesabaran mereka. Semoga kita semua meniru ”orang-orang yang mewarisi janji-janji itu karena beriman dan sabar”.—Ibr. 610-12. JAGALAH IMAN SAUDARA TETAP KUAT 15. Bagaimana iman kita pada kabar baik bisa memperkuat tekad kita untuk terus mengabar? 15 Kita mau menyampaikan kabar baik kepada sebanyak mungkin orang karena kita beriman pada berita yang kita sampaikan. Kita yakin bahwa janji-janji Allah dalam Alkitab pasti akan terwujud. Mz. 11942; Yes. 408 Kita juga sudah melihat nubuat-nubuat Alkitab menjadi kenyataan pada zaman kita. Dan kita melihat sendiri bagaimana kehidupan banyak orang menjadi lebih baik karena mereka mengikuti nasihat Alkitab. Hal-hal ini membuat kita semakin bertekad untuk memberitakan kabar baik kepada semua orang. 16. a Menurut Mazmur 461-3, bagaimana iman kepada Yehuwa bisa memperkuat tekad kita untuk terus mengabar? b Bagaimana iman kepada Yesus juga bisa memperkuat tekad kita? 16 Kita juga beriman kepada Yehuwa, Sumber dari berita yang kita sampaikan, dan kepada Yesus, yang telah Yehuwa lantik sebagai Raja dari Kerajaan Allah. Yoh. 141 Tidak soal kesulitan apa yang kita hadapi, Yehuwa akan selalu melindungi dan menguatkan kita. Baca Mazmur 461-3. Selain itu, kita yakin bahwa Yesus terus mengarahkan pekerjaan pengabaran dari surga, dengan menggunakan wewenang dan kuasa yang telah Yehuwa berikan kepadanya.—Mat. 2818-20. 17. Berikan contoh yang menunjukkan mengapa kita perlu terus mengabar. 17 Iman juga bisa membuat kita yakin bahwa Yehuwa akan memberkati upaya kita untuk terus mengabar. Kadang, Dia melakukannya dengan cara yang tidak terduga. Pkh. 116 Misalnya, setiap hari ada ribuan orang yang melihat publikasi yang kita pajang di rak beroda atau meja. Apakah kesaksian di tempat umum seperti ini ada hasilnya? Ya! Pelayanan Kerajaan Kita bulan November 2014 memuat cerita tentang seorang mahasiswi yang ingin membuat karya tulis tentang Saksi Yehuwa. Dia tidak bisa menemukan Balai Kerajaan. Tapi di kampus, dia melihat sebuah meja yang memajang publikasi kita, dan dia juga mendapat informasi yang dia butuhkan untuk karya tulisnya. Belakangan, dia mulai belajar Alkitab dan akhirnya dibaptis. Sekarang dia melayani sebagai perintis biasa. Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa masih ada orang-orang yang perlu mendengarkan kabar baik Kerajaan. Ini pasti membuat kita bersemangat untuk terus mengabar. BERTEKADLAH UNTUK ’TIDAK MEMBIARKAN TANGAN SAUDARA BERISTIRAHAT’ 18. Mengapa kita bisa yakin bahwa pekerjaan pengabaran akan selesai pada waktu yang Yehuwa inginkan? 18 Mengapa kita bisa yakin bahwa pekerjaan pengabaran akan selesai pada waktu yang Yehuwa inginkan? Perhatikan apa yang terjadi pada zaman Nuh. Yehuwa sudah menentukan kapan Air Bah akan terjadi sejak kira-kira 120 tahun sebelumnya. Puluhan tahun kemudian, Yehuwa memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera. Selama kira-kira 40 atau 50 tahun sebelum Air Bah, Nuh terus bekerja keras melakukan tugasnya. Meski orang-orang tidak mau mendengarkan dia, dia terus memperingatkan mereka. Nuh melakukan ini sampai Yehuwa memerintahkan dia untuk membawa binatang-binatang ke dalam bahtera. Lalu, pada waktu yang sudah Yehuwa tetapkan, ”Yehuwa menutup pintu bahtera”. Kej. 63; 71, 2, 16 Semua itu membuktikan bahwa Yehuwa selalu mengikuti jadwal yang sudah Dia tentukan. 19. Apa yang sebentar lagi akan Yehuwa lakukan? 19 Sebentar lagi, Yehuwa akan mengakhiri pekerjaan pengabaran. Lalu, Dia akan menghancurkan dunia Setan sehingga bumi ini akhirnya dipenuhi dengan orang-orang yang taat kepada Allah. Sambil menunggu itu terjadi, semoga kita terus meniru teladan Nuh, Habakuk, dan hamba-hamba Allah lainnya yang ’tidak membiarkan tangan mereka beristirahat’. Semoga kita terus berfokus mengabar, selalu bersabar, dan tetap beriman kepada Yehuwa dan janji-janji-Nya.
biarkan tangan allah yang bekerja